DPR – Papua : Hasil Verifikasi KPU Jangan Dimultitafsirkan

wondaMimika, WendaWatory.Wordpress.Com : Hasil verifikasi yang disampaikan oleh KPU Papua terhadap proses seleksi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua, diharapkan tidak menimbulkan multitafsir yang akan membuat rakyat bingung. Tetapi harus dihargai dan diikuti sesuai dengan keputusan yang telah diambil.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I DPR – Papua, Yunus Wonda, sekaligus menjelaskan pihaknya di legislatif Papua akan mengawasi semua proses pentahapan Pilkada yang dikerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua.

“Hasil verifikasi faktual yang dilaksanakan oleh KPU Papua tidak perlu di tafsirkan lagi,” ujar Waket I DPR – Papua, Yunus Wonda, kepada wartawan di Mimika, saat melakukan kunjungan ke PT. Freeport dan Asrama Penjunan Timika, belum lama ini.

Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun tabloidjubi.com, pada Selasa (27/11), KPU Papua telah mempublikasikan hasil verifikasi sementara atas pasangan bakal calon gubernur Papua yang hasilnya pasangan Bas-Jon sementara dinyatakan tidak lolos verifikasi partai dengan perolehan dukungan hanya 7,14% dari persetanse yang seharusnya minimal 15%. Atau dukungan suara Parpol kepada Basjohn tak memenuhi kuota atau presentase.

Selain itu, pasangan Yan Pieter Yembise-Heemskercke Bonai dinyatakan tidak lolos karena hanya mendapat dukungan 1,78%, termasuk pasangan Cagub dan Cawagub Alex Hesegem dan Mathen Kayoi yang hanya didukung 13,9%.
Pasangan dari jalur parpol lain adalah Lukas Enembe-Klemen Tinal (28,56%), Habel Suwae-Yop Kogoya (41,12%), Manase Robert Kambu-Adolf Pakage (18,13%).

Sedang hasil penelitian faktual sementara tiga pasangan bakal calon yang mendaftar lewat jalur nonpartai yakni Wellington Wenda-Weynand Watory berjumlah 230.063 suara sah di 17 Kabupaten, Noakh Nawipa-Johanes Wob memperoleh 274,207 suara sah di 15 kabupaten, dan Jhon Karubaba-Willy Magay hanya mendapat dukungan 1.804 suara sah.

“Kami di dewan juga melakukan persiapan, yakni dimana ada tahapan yang dilakukan yakni akan menunggu visi dan misi calon-calon gubenur dan wakil gubernur yang lolos verifikasi, setelah adanya penarikan undian,” tutur Yunus Wonda.

Lebih lanjut, ditambahkan, bahwa jangan lagi ada tafsiran-tafsiran terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi ataupun Keputusan KPU Papua, sehingga rakyat tidak lagi menjadi korban.

“Jangan terlalu pintar, tetapi membuat rakyat menjadi korban, sebab kita harus ingat sudah dua tahun pelaksanaan Pilkada Gubernur Papua tertunda dan rakyat telah menjadi korban,” nilainya.

Pihaknya menilai, dana Rp. 7,2 trilyun, dana tak bertuan, jangan lagi rakyat jadi korban, sehingga kami mendukung KPU dan yang tidak puas untuk tidak mengganggu tahapan yang sedang berjalan.

“DPR – Papua mendukung kinerja KPU, sebabnya jika ada yang tidak puas dengan hasil yang ada, jangan mengganggu proses yang sedang berjalan,” ucap politisi Partai Demokrat Papua ini.

Dirinya berharap, semua tahapan berjalan baik dan rakyat bsia menentukan pilihannya pada tanggal 29 Januari 2013 nantinya.

“Kepada rakyat Papua untuk siapkan diri dan pilihannya pada saat pencoblosan tanggal 29 Januari 2013, sebabnya jangan terpengaruh dengan hal-hal yang menghambat demokrasi, sehingga Papua memiliki gubernur yang definitive nantinya,” tandasnya.***

Sumber : TabloidJubi.Com, 03 Desember 2012

Pos ini dipublikasikan di Berita Pilgub Papua dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s