Basjhon Akan Gugat KPU Papua

basjonJayapura, WendaWatory.Wordpress.Com : Pasangan Barnabas Suebu-Jhon Tabo (Basjon) akan menggungat KPU Provinsi Papua atas Keputusan KPU Provinsi Papua Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012, diamana pasangan Basjon tidak lolos dalam verifikasi karena tidak mencapai 15 perse dukungan partai, pada hal dari cacatan pasangan Basjon, mereka didukung oleh Partai PBR, Partai Kedaulatan, PPRN, PPPI , PAN dan PNI-Marhaenis yang telah memiliki lebih dari 15 persen.

Namun dalam hasil verifikasi oleh KPU Provnsi Papua, pasangan Basjon memiliki kurang dukungan Partai karena beberapa partai yang menudung pasangan ini juga telah mendukung pasangan balon gubernur dan wakil gubernur lain.

Dalam keterangan persnya Barnabas Suebu dan Jhon Tabo yang berlangsung, Jumat (14/12) di Swissbel Hotel Jayapura mengatakan, perjuangan yang panjang dan melelahkan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, tidak sekadar dan tidak semata-mata untuk kepentingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang sesaat, tetapi justeru untuk menegakkan hukum dan konstitusi, nilai-nilai demokrasi, hak-hak asasi manusia serta hak-hak konstuitusional setiap warga Negara, ternyata belum selesai hingga hari ini dengan diumumkannya hasil verifikasi bakal pasangan calon untuk menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenurnur Provinsi Papua masa jabatan 2013-2018 oleh KPU Provinsi Papua.

Menurutnya, Keputusan KPU Provinsi Papua Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012, tidak saja merupakan keputusan yang sangat tidak adil, arogan, sewenang-wenang, menginjak-nginjak kebenaran dan keadilan, konstitusi dan/atau semua perundang-undangan yang terkait, tetapi juga semua keputusan Pengadilan atau Mahkamah yang terkait, hak-hak asasi manusia, serta hak-hak konstitusional warga negara RI.

“Setelah kami membaca dan meneliti Keputusan KPU tersebut, kami menilai bahwa alasan yang menjadi dasar bagi KPU untuk memutuskan demikian adalah tidak benar dan bertentangan dengan hokum,” ujar Barnabas Suebu yang juga didampingi Ketua Tim Koalisi Papua Baru Jili II, Amir Madubun, SH, MH.

Lebih jauh ditegaskan, Keputusan KPU Provinsi Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012 tersebut, dengan sengaja dan terang-terangan melanggar konstitusi, melanggar Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 41/PUU-IX/2011, Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Sengketa Kewenangan Lembaga Negara; Nomor 3/SKLN-X/2012, Keputusan Mahkamah Agung Nomor 18P/HUM/2011 tanggal 10 Mei 2011, Keputusan Mahkamah Agung Nomor 03P/HUM/2012 tanggal 9 Mei 2012, melanggar Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, melanggar Undang-Undang Pemilu, melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua, dan melanggar Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012, melanggar hak-hak asasi manusia serta melanggar hak-hak konstitusional warga Negara Republik Indonesia.

Dengan demikian kata dia, Keputusan KPU Provinsi Papua tersebut, tidak saja merupakan pelanggaran hukum berat, tetapi juga menciderai harkat dan martabat serta kehormatan KPU itu sendiri sebagai lembaga yang netral, tidak memihak, dan wajib menegakkan konstitusi dan semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Oleh karena itu, demi kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum, kami akan menempuh jalur hukum menggugat KPU Provinsi Papua pada lembaga peradilan yang berwenang,” tegasnya.

Barnabas Suebu sangat menyesalakan Keputusa KPU Provinsi Papua tersebut, namun dia meminta kepada seluruh rakyat Papua, khususnya seluruh jajaran Tim Kampanye, seluruh jajaran partai koalisi pendukung, serta seluruh simpatisan bakal pasangan calon “BasJohn” dimana saja Anda berada di seluruh pelosok Papua, agar tenang, menahan diri, dan tidak melakukan kegiatan dalam bentuk apapun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Sekali lagi kami serukan agar bersabar menunggu sampai proses hukum yang ditempuh melalui peradilan selesai dengan adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dia juga menyadari, kalau Keputusan KPU tersebut akan berakibat pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi kian tertunda waktu pelaksanaannya.

“Kita percaya bahwa kebenaran tidak akan pernah mati! Kita percaya bahwa kebenaran tidak akan pernah dibunuh oleh siapapun dan dengan kekuatan apapun! Kebenaran yang dikubur sekalipun, pasti akan bangkit dan bersinar kembali pada waktunya!,” tegasnya.

Menurutnya pasangan ini akan terus berjuang menempuh jalan damai hanya dengan satu niat untuk sebuah kebenaran. Kita akan terus berjuang sampai kebenaran itu bersinar kembali di Bumi Papua.***

Sumber : Papua Pos, 15 Desember 2012

Pos ini dipublikasikan di Berita Pilgub Papua dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s